Ratu Margrethe II turun tahta.

Pada tanggal 31 Desember 2023 tepat pada malam tahun baru, Ratu Margrethe II, sang penguasa monarki Denmark yang sudah berkuasa selama 52 tahun membuat pengumuman yang mengejutkan dunia. Ratu berusia 83 tahun itu mengumumkan abdikasi nya dalam saluran televisi yang di siarkan secara langsung dan di saksikan oleh 5,9 juta orang di seluruh penjuru negeri. Ia mengatakan bahwa seiring berjalannya waktu dan usia, ia tidak lagi dapat melakukan banyak tugas seperti yang ia lakukan di masa lalu. Ratu menambahkan bahwa operasi punggungnya pada Februari 2023 membuatnya mempertimbangkan untuk menyerahkan tanggung jawab monarki pada generasi berikutnya; yaitu Putera Mahkota, Pangeran Frederik.

"Setelah menggantikan ayah saya tercinta lima puluh dua tahun yang lalu, saya akan mengundurkan diri sebagai ratu Denmark. Saya akan menyerahkan tahta pada putra saya, Pangeran Frederik",-- Ratu Margrethe II, 31 Desember 2023.

Ratu Margrethe II memberikan notice mengenai rencana abdikasinya pada pangeran Frederik hanya dalam waktu 3 hari sebelum ia mengumumkannya ke publik. Sebelumnya, niat untuk turun tahta ini sudah lebih dulu ia sampaikan pada perdana menteri Denmark saat ini dan sepupu Ratu Margarethe, Raja Carl Gustav XVI. Ia beranggapan bahwa selama ini tahta selalu dipegang oleh yang berkuasa selama mereka hidup, dan itu telah dilakukan oleh para pendahulu.

Ratu Margrethe merupakan penguasa monarki terlama kedua setelah mendiang ratu Elizabeth II, yang bertahta selama 52 tahun, dan Ratu terakhir yang berkuasa di Eropa untuk saat ini.


Ratu Margrethe II lahir pada 16 April 1940 di Istana Frederick VIII, Amelienborg, di pusat kota Kopenhagen. Orang tuanya adalah Raja Frederik IX dan Ratu Ingrid. Sebagai anak pertama dari putra sulung Raja Denmark yang bertahta, tidak serta merta membuat Margrethe kecil memiliki takdir untuk menjadi Ratu di masa depan. Dikarenakan pada saat itu yang bisa menjadi pewaris tahta hanyalah keturunan laki-laki.  Ibunya adalah putri satu-satunya Raja Gustaf VI (yang pada saat ia lahir, masih berstatus sebagai putra mahkota) dari Swedia. Ia juga memiliki dua adik perempuan, yang salah satunya juga menyandang status sebagai ratu; putri Benedikte dan ratu Anne-Marie dari Yunani. Oleh orang-orang terdekatnya, Margrethe dipanggil dengan sebutan Daisy, sama seperti nama panggilan neneknya.

Istana King Frederik VIII.


Putri Margrethe bersama ibu dan saudarinya.



Saat Mergrethe beranjak remaja, undang-undang suksesi diubah. Undang-undang Suksesi yang baru mengizinkan perempuan untuk naik tahta. Menurut undang-undang yang disetujui tahun 1953 itu,  ahli waris perempuan dapat naik tahta hanya jika dia tidak memiliki saudara laki-laki. Hal ini menjadikan Margrethe menjadi calon kuat penerus suksesi kerajaan Denmark berikutnya setelah ayahnya. 



Saat berkuliah di London, Margrethe bertemu dengan Henri Marie Jean André de Laborde de MonpezatPertunangan mereka diumumkan pada 5 Oktober 1966 dan menikah pada 10 Juni 1967.

Di hari pernikahannya, Princess Margrethe mengenakan gaun rancangan desainer Denmark, Jørgen Bender. Ia juga mengenakan The Khedive of Egypt Tiara


Selain dikenal sebagai putri yang rebel, dan perokok berat, putri Margrethe juga dikenal sebagai ikon gaya saat itu karena gayanya yang eksentrik, dan hobinya dalam memadu-padan warna busana dan aksesoris yang ia kenakan.





 
Margrethe juga merupakan sepupu jauh dari Ratu Elizabeth II. Mereka terhubung sebagai sepupu karena sama-sama cicit dari Ratu Victoria.

Ratu Margrethe naik tahta pada usia 31 tahun setelah ayahnya mengkat pada tahun 1972. Perdana Menteri saat itu, Jens Otto Kragh mengumumkan Ratu Margrethe II sebagai ratu baru Denmark. Naiknya tahta Ratu Margrethe II memberi harapan baru dan optimisme bagi rakyat Denmark.


Ratu Margrethe II adalah salah satu tokoh yang paling dihormati dan berpengaruh dalam sejarah modern Denmark. Dari momen penobatannya sebagai ratu hingga masa pemerintahannya yang panjang dan penuh warna, ia telah memainkan peran kunci dalam membentuk identitas Denmark dan menjaga stabilitas kerajaan selama puluhan tahun.


Ratu Margrethe II telah menandai masa pemerintahannya dengan upaya untuk memodernisasi peran monarki. Meskipun posisinya terbatas oleh konstitusi, ia tetap menjadi simbol kesatuan nasional dan kontinuitas sepanjang perubahan politik. Ratu Margrethe II juga berperan sebagai duta besar tak resmi Denmark, memperkuat hubungan dengan negara-negara lain dan mewakili Denmark dalam acara-acara internasional.


Sebagai seorang seniman dan penulis yang berbakat, Ratu Margrethe II telah memperkaya budaya Denmark dengan karyanya yang luas. Ia dikenal karena karya seni grafisnya serta sebagai penulis dan ilustrator buku-buku cerita anak-anak yang populer.











Komentar