Cara menghadapi Toxic Person di kehidupan sehari-hari

Apakah kamu pernah punya pengalaman atau kenal dengan seseorang yang bikin emosi kamu terkuras hanya dengan berada disekitarnya saja? Aku punya pengalaman, bahkan dalam rentang waktu yang rutin harus berhadapan dengan orang yang mampu mendraining emosional ku tanpa aku harus melakukan interaksi yang berarti di sekitarannya orang ini. Jadi daripada aku harus letih setiap waktu menghadapi hal seperti ini, aku lebih memilih menghindar daripada badmood dan letih seharian.

Kalau kamu pernah seperti ini, mungkin kamu sedang berhadapan dengan TOXIC PERSON. Atau orang yang punya sifat yang merugikan; baik secara emosional atau fisik.

Di lansir dari Kompas, Toxic Person atau orang yang be'racun' adalah orang yang yang membawa pengaruh negatif dalam hidup kita. Dengan perlakuan mereka, kita jadi merasa kurang berharga, mempertanyakan segala keputusan dalam hidup yang sudah kita buat, dan menyusutkan kepercayaan diri kita. Sayangnya orang yang mempunyai sifat seperti ini justru tidak menyadari bahwa mereka membawa pengaruh buruk pada orang lain dengan sifat yang dimilikinya. Bahkan orang Toxic seperti ini kerap merasa apa yang ia lakukan sudah benar dan bermanfaat bagi orang lain.

Kenyataan bahwa kamu hidup di sekitaran orang toxic kayak begini memang bikin sebel dan capek, tapi mungkin ada hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk menghemat emosi dan energi. Ini adalah beberapa hal yang biasanya aku lakukan jika memang harus berada dekat dengan orang seperti ini.

1. Jauhi, atau jaga jarak saja dari orang toxic tersebut.  Mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan adalah langkah awal terbaik untuk menyelamatkan emosional kita agar tetap dalam positive vibes. Dia tidak terganggu, dan kitapun tidak harus tak enak hati dan menguras emosi karena segala macam komentar dan perilaku nya.

2. Batasi Interaksi dengan nya, jika kamu tidak bisa menghindarinya. Orang toxic tidak punya batasan terhadap suatu hal. Mereka cenderung mengendalikan situasi dan seseorang yang ia rasa bisa dikendalikan. Jadi, lakukan interaksi ringan saja dengan topik yang ringan-ringan saja. Selalu ingat, bahwa orang toxic akan mengingat apapun yang kita katakan dan bisa membalikkannya untuk membuat mereka terlihat lebih baik.

3. Jika mereka terlalu toxic untuk di dengar, maka tinggalkan. Tidak usah berusaha untuk mencari pembenaran terhadap suatu hal terhadap orang toxic, meskipun kamu benar. Biarkan, dan tinggalkan area 'pertempuran'mu. Karena pada dasarnya orang seperti itu punya 1001 alasan untuk membuat mereka terlihat lebih baik dan lebih benar daripada orang lain.

4. Tenang, dan pikirkan hal lain yang membuatmu bahagia. Jangan mengurung emosimu bersama pikiran tentang apa saja yang dilakukan dan dikatakan oleh orang toxic. Orang toxic hanya punya pikirannya sendiri dan sifat manipulatifnya terhadap orang lain untuk membuat nya senang, tidak lebih. Alihkan dirimu ke hal-hal yang positif, dan berpikirlah bahwa hal yang patut dikasihani adalah orang yang memiliki perilaku toxic, bukan dirimu yang terkurung emosi karena perilakunya.

5. Maafkan, namun jangan lupakan. Kamu bisa memaafkan segala hal yang dilakukannya namun kamu harus tetap ingat, bahwa 'orang ini adalah orang yang tidak bisa dipercaya' agar dikemudian hari bisa berhati-hati agar tidak mengalami kejadian yang sama di kemudian hari.

Kita memang nggak bisa memilih dimana kita dilahirkan, apa yang akan kita hadapi, dan siapa saja yang berada di sekitar kita. Namun setidaknya kita bisa mencegah sesuatu yang tidak kita harapkan untuk terjadi dan menguras emosional dan mental sehingga berdampak buruk pada keseharian kita.

Keep positive yaa gaes!


Komentar