Waktu kamu lagi asyik-asyiknya dandan, pakai skincare ini itu, atau jalan-jalan ke mall trus ngeborong barang-barang yang lagi sale di G*ard*an atau w*ts*n, pernah nggak sih kepikiran betapa enaknya ciwi-ciwi di jaman sekarang. Mau skinkeran tinggal pilih dan pake, mulai dari yang murce sampai yang mahal ada. Nemuin nya pun enggak susah, nggak usah capek-capek pergi ke mall atau toko kosmetik buat belanja make up. Atau yang mageran parah juga ga perlu ke indomaret atau alfa, bahkan di warung kecil aja minimal moisturizer sama bedak bisa ditemuin. Kebayang nggak sih, gimana ciwi-ciwi dijaman dulu skinkeran bahkan make-upan? Apakah semudah dan sevariatif sekarang? Yuk kita flash back ke masa lalu! Flash back-nya agak jauh sedikit, sekitaran era Victorian.
Tata Rias di Era Victoria
Di era Victoria, tata rias yang bold dan berani tidak sebebas sekarang. Justru saat itu make-up di definisikan menjadi hal yang tabu. Karena pada masa itu, make-up erat kaitannya dengan wanita yang berkecimpung di dunia seni peran dan pelacuran. Pada masa itu, tampilan seorang wanita haruslah se NATURAL mungkin, meskipun ciwi-ciwi waktu itu tetap mendambakan muka yang flawless, bibir yang merah, dan tampilan mata yang cerah.
Potret seorang wanita era Victoria di tahun 1880. Hampir terlihat seperti tidak memakai riasan.
Biasanya wanita era Victoria menggunakan sejenis wafer yang menganduk arsenik untuk mendapatkan efek mata yang cerah dan kulit yang jernih. Girls, wafer disini bukanlah wafer seperti yang kita kenal disaat ini ya. Wafers ini adalah sebutan untuk sejenis pencuci muka. Kalo jaman sekarang, kayak facewash lah! Mereka juga menggunakan tetes mata yang terbuat dari estrak belladona untuk melebarkan pupil mata sehingga membuat mata terlihat lebih besar. Padahal tumbuhan belladona ini dikenal sebagai tumbuhan kentang-kentangan yang mempunyai efek mematikan jika digunakan dalam konsentrasi tinggi, sehingga memiliki resiko kebutaan. Kalo kamu hidup di zaman itu dan lagi kere, alternatif paling murah adalah dengan meneteskan air perasan jeruk lemon ke mata untuk mendapatkan efek yang sama. Waduh! Coba bayangin perihnya mata kena perasan air jeruk!
Arsenic wafers.
Ekstrak Belladona.
Belinya sembunyi-sembunyi!
Dulu, yang namanya masalah kulit kayak jerawat, flek, dan freckle dianggap memalukan. Jadi para wanita di jaman itu hanya membeli skincare dan make-up secara diam-diam dan biasanya berbentuk bubuk. Powder yang digunakan untuk menutupi noda ini biasanya berwarna putih, biru, dan pink. Nah, para pedagang yang menjual make-up ini biasanya menjual barang dagangan mereka lewat pintu belakang rahasia pada para wanita kaya. Dan kebanyakan make-up ini disembunyikan dalam botol obat lama yang sudah tidak terpakai supaya nggak ketahuan.
Wanita di era itu juga senang menggunakan parfum, namun hanya yang beraroma bunga saja. Dan jarang sekali di semprotkan langsung ke permukaan kulit.
Pemerah bibir, pipi, dan mata (atau rouge) juga sudah di gunakan dan dipasarkan. Rouge dimasa itu dibuat dari bahan-bahan alami, seperti stroberi atau rempah-rempah. Pemerah bibir juga dibuat dari berbagai bahan seperti lemak hewani, akar bit, jamu, kumbang, dan almond untuk menghasilkan warna merah muda yang alami.
Cold Cream, a.k.a cleansing balm.
Emangnya hanya kita aja yang punya cleansing balm dan cleansing milk di jaman sekarang? Ciwi-ciwi dulu juga udah pake yang namanya cold cream lhooo girls. Fungsinya sama, untuk membersihkan wajah dari kotoran dan make up. Terbuat dari bahan-bahan alami agar mencegah timbulnya masalah seperti jerawat dan noda dikemudian hari
Setelah flashback ke masa lalu, betapa bersyukurnya hidup dijaman sekarang dengan kemudahan yang ada. Nggak kebayang kalo harus pake skincare dengan bahan dasar arsenik dan dan netesin air jeruk lemon ke mata setiap hari supaya dianggap cantik!
Komentar
Posting Komentar